Kamis, 22 Januari 2015

Tualang

Bercakmu menyimbah di kebirian tekad
Mengudara lepas berbekas-bekas
Sengaja silih silah-kan kerautan memoria
Selalu beranjak mencari liku pijak

Terus tahta-i gelumuran darah terjaga
Buas menyerupa aneka
Gelimpahku ikuti asapmu
Memudar..
Semakin memudar..

Ku ikuti..
Ku gagahi..
Segala tualang membawa
Sampai menemukan arti
Mengapa asap memudar



pramushinto_13

27 November 2014 
03.15 WIB

Jumat, 21 Januari 2011

Bertahta di Atas Telaga Putri


Sudah berapa arang yang kita permainkan,

percikan bara apinya?

Mungkinkah di dalam percikan itu akan ada yang tumbuh bersemi dalam telaga putri?

Hanya sebuah fikir yang menjawabnya

Satu grama kan singgah dalam satu telaga

Dan kediamannya akan terjaga,

walau tanpa kata empunya.





Anna Margaretha Elviana, 21 Januari 2011

(Sebuah rangkaian kata, dari seorang sahabat. Apresiasiku kepadanya.)

Senin, 15 September 2008

Membuat Dosa Baru

Membangkang suratanku !!


Aku suka tanganku penuh luka,
saat cenayang maut berhenti mengucilkanku
Aku suka keberadaanku sebagai ular,
yang selalu mencoba bercanda di depan peti
Aku suka menjadi gembala,
yang brani mati demi domba-dombanya di tengah-tengah serigala


Aku bukan materi yang bisa mencetak segala permintaan !!
Aku hanya seonggok daging yang mau belajar


tak lebih dari itu...
Aku ingin mati dengan bangga,
walau hidupku terangkum dalam sekepal dosa
Aku harus terus mencoba memetakkan namaMu,
di sembari kumuhku...


Sesampai Kidung DahsyatMu,
meruntuhkan tekadku...
Aku tak bersedia datang padaMu,
sebelum semua itu...


Tuhan...
cukup izinkan aku membalut luka tanganku,
dan membuat dosa baru.








pramusinto_13


15 September 2008

Sabtu, 20 Januari 2007

Bangkitnya Pendekar Naga



Tangan Merah melemah
melepas pedang patahkan sayap
semua pun menghitam

Arungi musuh dan kegelapan
di awali lelungit suci
seluruh bumi berlitani

"Bangkitlah Pendekar Naga Dalam Raga
Pembawa Madah dan Cahaya"
menuaikan keberanian
keraguan yang ku lawan


adalah rivalku sebilah pedang
adalah langit yang menuntunku
musnahlah segala yang gelap dan tiran
nyanyian para serigala menghantar ke depan altar
sapaan para malaikat nyaring mengiringi doa

Turun kabar dariNya
Kerajaan Allah sudah dekat
sejuta lilin menerangi dunia
diikuti orkestra domba
terharu pertiwi menyanjung
tumbukan sayap baru di punggung

lonceng Gereja yang menggema
memberi sinar kepada gelapnya sang pedang

puisi burung yang lirih
mewartakan kabar gembira
walau pertempuran masih terjadi
dan tetap abadi.



pramusinto_13
20 Februari 2007